Sabtu, 02 Desember 2017

Data Makroekonomi

MAKALAH TEORI EKONOMI MAKRO
DATA MAKROEKONOMI
Dosen Pengampu Fernaldi Anggadha Ratno, M.Si.

Disusun Oleh :
1.       Yuli Atika Ningtyas                 63020160131
2.       Mohamad Sopa Hari Mukti     63020160132
3.       Dian Ayu Kristina                    63020160156
4.       Agus Tri Widodo                     63020160165

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
JURUSAN EKONOMI SYARIAH
2017

KATA PENGANTAR

            Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun dengan baik sebagaimana yang kami harapkan. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw yang telah memberi petunjuk kepada umat manusia dimuka bumi dan menyempurnakan akhlak dan budi pekerti yang mulia. Kami juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Data Makroekonomi”.
Dalam penyusunan makalah ini kami banyak menemukan kesulitan, kami  juga menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat beberapa kekurangan. oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati kami mengharapkan kritik dan saran khususnya dari dosen pengampu mata kuliah teori ekonomi makro yaitu Bapak Fernaldi Anggadha Ratno, M.Si. serta para pembaca yang sifatnya membangun guna kesempurnaan makalah ini. Demikianlah kata pengantar yang dapat kami berikan daripada makalah ini, semoga makalah yang telah kami susun ini dapat memberikan manfaat.

Salatiga, 17 September 2017



                                                                       
            Pemakalah


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................... 2
DAFTAR ISI..................................................................................................................... 3
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................................ 4
1.1  LATAR BELAKANG...................................................................................... 4
1.2  RUMUSAN MASALAH................................................................................... 4
1.3  TUJUAN PENULISAN.................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................. 5
2.1 MENGUKUR NILAI AKTIFITAS EKONOMI........................................... 5
A.    Pendapatan, Pengeluaran, Dan Aliran Sirkuler...................................... 5           
B.      Beberapa Kaidah Untuk Menghitung GDP............................................ 6
C.    GDP Riil Versus GDP Nominal................................................................. 6
D.     Deflator GDP............................................................................................. 7
E.     Ukuran Rantai – Tertimbang GDP Riil................................................... 8
F.     Komponen-komponen Pengeluaran.......................................................... 8
G.    Ukuran ukuran Pendapatan Lain............................................................. 9
H.    Penyesuaian Musiman................................................................................ 9
2.2 MENGUKUR BIAYA HIDUP........................................................................ 9
A.    Harga Sekelompok Barang........................................................................ 9
B.     CPI Versus Deflator GDP.......................................................................... 10
2.3 MENGUKUR TUNA KARYA....................................................................... 11
A.    Survey Rumah Tangga............................................................................... 11
B.     Survey Perusahaan..................................................................................... 11
BAB III PENUTUP.......................................................................................................... 13
            3.1 Kesimpulan...................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 14
PENDAHULUAN
Dunia perekonomian sangat erat kaitannya terhadap kehidupan sosial di masyarakat, oleh karena itu penting untuk kita membahas mengenai data-data yang digunakan para ilmuan, ekonom ataupun pembuat kebijakan-kebijakan dalam dunia perekonomian sehingga kita dapat memprediksi kegiatan perekonomian secara lebih rinci. Sebagaimana yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa ilmu ekonomi makro adalah ilmu yang mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan.
Dalam ilmu ekonomi makro kita dapat mengukur nilai aktivitas ekonomi dengan menggunakan Produk Domestik Bruto (GDP), mengukur biaya hidup dengan  Indeks Harga Konsumen (IHK), serta mengukur tuna karya dengan mengukur tingkat pengangguran.
Pada setiap negara pasti keberadaan data yang sistematis dari tahun ke tahun sangat diperlukan. Sebab dari data yang tersimpan tersebut dapat diketahui bagaimana perkembangan suatu negara apakah mengalami kenaikan ataukah mengalami penurunan. Dalam ilmu ekonomi makro mempelajari tata cara penyusunan serta penjelasan mengenai data-data perekonomian yang rinci dan mudah diterapkan dalam kehidupan ekonomi.

a.    Bagaimana mengukur nilai aktivitas ekonomi ?
b.    Bagaimana mengukur biaya hidup?
c.    Bagaimana mengukur tuna karya?

a.       Dapat mengetahui bagaimana nilai aktivitas ekonomi dalam suatu negara diukur.
b.      Dapat mengetahui bagaimana menghitung biaya hidup secara lebih jelas.
c.       Dapat mengetahui bagaimana cara tuna karya dalam suatu negara diukur.





PEMBAHASAN

2.1         Mengukur Nilai Aktivitas Ekonomi
Untuk mengukur nilai aktivitas ekonomi maka salah satu rujukan yang paling tepat adalah dengan menggunakan pengukuran Produk Domestik Bruto (GDP). Sebab GDP sering diaggap sebagai ukuran terbaik dari kinerja perekonomian. Statistik ini dihitung setiap tiga bulan oleh Biro Analisis Ekonomi (Bagian Departemen Perdagangan AS) dari segudang sember data primer. Tujuan GDP adalah meringkas aktivitas ekonomi dalam suatu nilai uang tertentu selama periode waktu tertentu.[1]
a.    Pendapatan, Pengeluaran, dan Aliran Sirkuler
    Cara  menghitung GDP ada dua macam cara yaitu dengan mengukur pendapatan total dan pengeluaran total. Untuk mengukur keseluruhan suatu perekonomian pendapatan harus sama dengan pengeluaran, cara mengetahuinya yaitu dengan menggunakan aliran sirkuler. Untuk mempermudah pemahaman, mari kita perhatikan gambar aliran sirkuler di bawah ini :
   

b.   Beberapa kaidah untuk menghitung GDP
1.      Untuk menghitung nilai total barang dan jasa yang berbeda, pos pendapatan nasional menggunakan harga pasar. Sebab harga pasar mencerminkan banyaknya orang yang bersedia membayar untuk barang dan jasa. Jadi jika harga apel $0,50 dan harga jeruk $1,00, GDP akan menjadi :
GDP = (Harga Apel x Jumlah Apel) + (Harga Jeruk x Jumlah Jeruk )
         = ($0,50 x  4) + ($1,00 x 3)
         = $5,00
GDP sama dengan $5,00 yaitu nilai seluruh apel, $2,00, ditambah nilai seluruh jeruk $3,00.
2.      Barang bekas tidak perlu diperhitungkan di dalam GDP.
3.      Perlakuan terhadap persediaan bergantung apakah barang disimpan atau dibiarkan. Bila barang disimpan, nilainya dimasukkan dalam GDP. Bila dibiarkan , GDP tidak berubah. Bila akhirnya terjual, barang tersebut dianggap sebagai barang bekas atau tidak dihitung.
4.      Barang setengah jadi tidak dihitung dalam GDP hanya barang jadi. Alasannya yaitu nilai barang setengah jadi telah dimasukkan dalam harga pasar. Nilai tambah dalam sebuah perusahaan sama dengan nilai output perusahaan itu dikurangi nilai barang setengah jadi yang dibeli perusahaan.
5.      Sebagian barang tidak dijual di pasar dan karena itu tidak memiliki harga pasar. Kita harus menggunakan nilai terkait sebagian perkiraan nilainya. Misalnya , jasa perumahan dan layanan pemerintah.

c.    GDP Riil Versus GDP Nominal
    Nilai barang jadi dan jasa yang diukur dengan harga berlaku disebut GDP nominal. Ini bisa berubah setiap saat, baik karena ada perubahan dalam jumlah (nilai riil) barang dan jasa tersebut. Sehingga, GDP nominal Y=P x y, dimana P adalah tingkat harga dan y adalah output riil. Disini output dan GDP serupa. Sedangkan GDP Riil adalah nilai barang dan jasa yang diukur menggunakan harga konstan.
    Perbedaan antara riil dan nominal ini dapat juga diterapkan pada nilai moneter lain, seperti gaji. Gaji nominal (atau uang) dinotasikan oleh W dan dibagi jadi nilai riil (w) dan variabel harga (P).  Konversi dari satuan nominal ke riil ini memungkinkan kita untuk menghilangkan masalah yang muncul ketika mengukur nilai rupiah yang berubah sepanjang waktu sebagaimana tingkat harga berubah.
    Aplikasi dalam sebuah soal : misalnya, kita ingin membandingkan output pada 2006 dan 2007, kita pilih harga-dasar tahunan, misal harga 2006.
GDP riil pada 2006 :
(Harga Apel 2006 × Jumlah Apel 2006) + (Harga Jeruk 2006 × Jumlah Jeruk 2006)
GDP riil pada 2007 :
(Harga Apel 2006 × Jumlah Apel 2007) + (Harga Jeruk 2006 × Jumlah Jeruk 2007)
GDP riil pada 2008 :
(Harga Apel 2006 × Jumlah Apel 2008) + (Harga Jeruk 2006 × Jumlah Jeruk 2008)
Lihatlah bahwa harga tahun 2006 digunakan untuk menghitung GDP riil untuk tiga tahun. Karena harga dipertahankan konstan, GDP riil bervariasi dari tahun ke tahun hanya jika jumlah yang diproduksi berbeda. Karena kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi bagi para anggotanya sangat bergantung pada jumlah barang dan jasa yang diproduksi, maka GDP riil memberikan ukuran kemakmuran ekonomi yang lebih baik ketimbang GDP nominal.
d.   Deflator GDP
              Deflator GDP juga disebut dengan deflator harga implisit untuk GDP, di definisikan sebagai rasio GDP nominal terhadap GDP riil :
Deflator GDP =
Deflator GDP mencerminkan apa yang sedang terjadi pada seluruh tingkat harga dalam perekonomian.[2]
Definisi deflator GDP memungkinkan kita memisahkan GDP nominal menjadi dua bagian : satu bagian mengukur jumlah (GDP riil) dan yang lain mengukur harga (deflator GDP). Yaitu,
GDP Nominal = GDP riil × deflator GDP
GDP nominal mengukur nilai yang berlaku dari output perekonomian. GDP riil mengukur output yang dinilai pada harga konstan. Deflator GDP mengukur harga output relatif terhadap harganya pada tahun dasar. Persamaannya dapat dituliskan dengan :
GDP Riil =
Dengan bentuk persamaan ini. Anda dapat melihat bagaimana deflator memperoleh namanya yaitu digunakan untuk mendeflasi (menghilangkan inflasi) dari GDP nominal untuk menghasilkan GDP riil.
e.    Ukuran Rantai-Tertimbang GDP Riil
              Kita telah membahas GDP riil dengan asumsi penyederhanaan bahwa harga yang digunakan untuk menghitung ukuran ini tidak pernah berubah dari nilai tahun-dasarnya. Jika memang demikian halnya , maka semakin lama harga yang digunakan akan semakin ketinggalan zaman. Sebagai contoh, harga komputer turun secara dramatis belakangan ini, sementara uang kuliah per tahun di perguruan tinggi naik. Ketika menilai produksi komputer dan pendidikan, tidak tepat bila kita menggunakan harga yang diberlakukan sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu.[3]
f.     Komponen-komponen Pengeluaran
             Para ekonom dan para pembuat keputusan tidak hanya peduli pada output barang dan jasa total, teteapi juga alokasi dari output ini diantara berbagai alternative. Pos pendapatan nasional membagi GDP menjadi empat kelompok pengeluaran :[4]
-          Konsumsi (C)
-          Investasi (I)
-          Pembelian Pemerintah (G)
-          Ekspor Neto (NX)
Jadi rumus untuk mencari GDP yang disimbolkan huruf Y untuk GDP ,
Y = C + I + G + NX

g.      Ukuran Ukuran Pendapatan Lain
        Pendapatan nasional mencakup ukuran ukuran pendapatan lain yang agak berbeda dan GDP. Untuk melihat bagaimana ukuran ukuran pendapatan alternatif itu saling terkait, dapat dimulai dengan GDP dan menambah atau mengurangi beberapa kuantitas.[5] Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut :
§  GNP = GDP + Pembayaran Faktor dari Mancanegara - pembayaran faktor kemancanegara
§  NNP = GNP - Depresiasi
§  Pendapatan Nasional =  NNP – Pajak Usaha Tidak Langsung.
§  Pendapatan Perseorangan = Pendapatan Nasional - Laba Korporasi - Kontribusi Asuransi Sosial - Bunga Neto + Deviden + Transfer Pemerintah pada Individu + Pendapatan Bunga Perseorangan.
§  Pendapatan Perseorangan Disposabel = Pendapatan Perseorangan – Pembayaran Pajak dan Nonpajak Perseorangan

h.      Penyesuaian Musiman
Karena GDP Riil dan ukuran ukuran pendapatan lain mencerminkan kualitas kinerja perekonomian, para ekonom tertarik untuk memperlajari fluktuasi kuartal demi kuartal dalam variabel variabel ini. Tidak mengejutkan bahwa GDP mengikuti siklus musiman. Sebagian dari perubahan ini bisa dicirikan pada kemampuan kita untuk berproduksi : misalnya, membangun rumah lebih sulit pada musim dingin ketimbang di musim lain.selain itu, orang orang memiliki selera musiman. Mereka menyukai waktu waktu tertentu untuk aktifitas aktifitas musiman, seperti liburan dan belanja hari natal.[6]

2.2         Mengukur Biaya Hidup
a.    Harga Sekelompok Barang
Ukuran mengenai tingkat harga yang paling banyak digunakan adalah Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI). Biro Statistik Tenaga Kerja, yang merupakan bagian dari Departemen Tenaga Kerja AS, bertugas menghitung CPI. Perhitungan itu dimulai dengan mengumpulkan harga dari ribuan barang dan jasa. Jika GDP mengubah jumlah berbagai barang dan jasa menjadi sebuah angka tunggal yang mengukur nilai produksi, CPI mengubah harga berbagai barang dan jasa menjadi sebuah indeks tunggal yang mengukur seluruh tingkat harga.[7] CPI adalah harga sekelompok barang dan dan jasa relative terhadap harga sekelompok barang dan jasa yang sama pada tahun dasar. Sebagai contoh, anggaplah seorang konsumen membeli 5 apel dan 2 jeruk setiap bulannya. Kelompok barang itu terdiri dari 5 apel dan 2 jeruk , dan CPI-nya adalah
CPI =
Pada CPI ini tahun 2006 adalah tahun dasar. Indeks itu menyatakan berapa biaya yang harus dibelanjakan untuk memebeli 5 apel dan 2 jeruk sekarang relatif terhadap harga buah yang sama pada tahun 2006.
b.      CPI Versus Deflator GDP
PDB deflator mengukur harga semua barang yang diproduksi, sementara CPI mengukur harga hanya barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen. Dengan demikian, peningkatan harga barang yang dibeli hanya oleh perusahaan atau pemerintah akan muncul dalam deflator PDB, tetapi tidak dalam CPI.
Juga, perbedaan lain adalah bahwa deflator GDP hanya mencakup barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri. Barang-barang impor bukan bagian dari GDP dan karenanya tidak muncul dalam deflator GDP.
Perbedaan ketiga adalah cara keduanya mengagregasi harga dalam perekonomian. CPI menerapkan timbangan tetap pada harga barang yang berbeda, sedangkan deflator GDP menerapkan timbangan yang berubah.
Studi Kasus
Apakah CPI mengukur inflasi terlalu tinggi?
2.3         Mengukur Tuna Karya
a.      Survei Rumah Tangga
Tingkat pengangguran ini berasal dari survei yang melibatkan kira kira 60.000 rumah tangga yang disebut dengan survei populasi terkini (Current Population Survey) berdasarkan jawaban terhadap pertanyaan survei, setiap orang dewasa (16 tahun keatas) disetiap rumah tangga dimasukan kedalam tiga kategori[8] :
1.      Bekerja : Kategori ini mencangkup seseorang pada saat survei dilakukan sebagai pegawai yang menerima upah, bekerja pada usaha milik sendiri, atau bekerja sebagai pegawai yang tidak menerima upah pada usaha keluarga.
2.      Tidak bekerja : Kategori ini mencangkup mereka yang tidak bekerja, memiliki keinginan untuk bekerja, dan telah mencoba mencari pekerjaan selama 4 minggu.
3.      Tidak masuk dalam angkatan bekerja : Kategori ini mencangkup mereeka yang tidak termasuk dalam dua kategori awal seperti pelajar, ibu rumah tangga atau pensiunan.
Adapun cara sederhana untuk mendefinisikan angkatan kerja dan tingkat pengangguran adalah sebagai berikut:
Angkatan Kerja = Jumlah Orang yang Bekerja + Jumlah Penganggur
Tingkat Pengangguran = ×100
Statistik terkait adalah tingkat partisipasi angkatan-kerja (labour-force participation rate), presentase dari populasi orang dewasa yang ada dalam angkatan kerja :
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja =  x 100
b.      Survei Perusahaan.
      Ketika Bureau of Labour Statistic (BLS) melaporkan tingkat pengangguran setiap bulannya, lembaga itu juga melaporkan berbagai data statistik lain yang menjelaskan kondisi di pasar tenaga kerja. Beberapa dari data statistik tersebut seperti tingkat partisipasi angkatan kerja. Diperoleh dari Current Population Survey. Sementara itu data statistik lainnya berasal dari survey terpisah atas sekitar 160.000 perusahaan bisnis yang memperkerjakan lebih dari 40 juta tenaga kerja. Apabila anda membaca berita di surat kabar yang mengatakan bahwa perekonomian telah menciptakan sejumlah lapangan pekerjaan pada bulan lalu, data statistik tersebut adalahperubahan jumlah pekerja yang tercantum pada laporan bisnis menyangkut pembayaran gaji mereka. [9]
   Karena BLS melakukan dua survei atas kondisi pasar tenaga kerja, biro tersebut menghasilkan dua ukuran total pekerja. Dari survei rumah tangga , diperoleh estimasi jumlah orang yang mengatakan bahwa mereka bekerja. Sementara dari survei perusahaan ,diperoleh estimasi jumlah pekerja yang dimiliki perusahaan berdasarkan gaji mereka.


PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Data makroekonomi pada pembahasan kali ini membahsa mengenai pengukuran nilai aktivitas ekonomi dengan Produk Domestik Bruto (GDP), pengukuran biaya hidup dengan Indeks Harga Konsumen (IHK), dan pengukuran tuna karya dengan tingkat pengangguran. 
Kegunaan dari data makroekonomi yaitu untuk memantau perubahan-perubahan dalam perekonomian dan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan yang tepat.


DAFTAR PUSTAKA
Mankiw,N Gregory. 2006. MAKROEKONOMI Edisi Keenam. Jakarta : Erlangga.






[1] N.Gregory Mankiw, Makroekonomi Edisi Keenam(Jakarta:Erlangga, 2008), hlm. 17
[2] Ibid, hlm.23-24.
[3] Ibid,hlm.24.
[4] Ibid,hlm.25.
[5] Ibid, hlm.28-30.
[6] ibid, hlm 30

[7] Ibid, hlm.31.
[8] Ibid, hlm.34.
[9] Ibid, hlm.37-38.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar