Malulah Hidup Miskin
Di sisa-sisa malam
Aku menatap arah tak terduga
Terpotret gambaran nyata kehidupan
Renta tua tak layak bekerja
Aku terjerat dalam kubang
Terdapat mata yang masih tertutup
Seakan tiada dosa menyelinap
Muda tidak beretika
Semesta mengapa tak mau melihat
Harapan mengapa tak mau menyapa
Apa sudah bosan dengan kebohongan
Apa sudah malas dengan ketidaksesuaian
Berderai sudah air mataku
Mengapa kita asing pada peradaban seperti ini
Tuhan mengapa yang kaya semakin kaya
Miskin terbuang begitu saja
Muda namun berpangku tangan
Sedang
tua terinjak-injak
Bak simalakama yang melekat dijiwa
Tiada obat sebagai penyembuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar