Minggu, 03 Desember 2017

p u i s i

Malulah Hidup Miskin

Di sisa-sisa malam
Aku menatap arah tak terduga
Terpotret gambaran nyata kehidupan
Renta tua tak layak bekerja

Aku terjerat dalam kubang
Terdapat mata yang masih tertutup
Seakan tiada dosa menyelinap
Muda tidak beretika

Semesta mengapa tak mau melihat
Harapan mengapa tak mau menyapa
Apa sudah bosan dengan kebohongan
Apa sudah malas dengan ketidaksesuaian

Berderai sudah air mataku
Mengapa kita asing pada peradaban seperti ini

Tuhan mengapa yang kaya semakin kaya
Miskin terbuang begitu saja
Muda namun berpangku tangan
Sedang  tua terinjak-injak
Bak simalakama yang melekat dijiwa

Tiada obat sebagai penyembuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar