MAKALAH
TANGGA KESIBUKAN DAN MEMBANGUN ETOS KERJA
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan
Dosen pengampu
: Nur Budiarso, M.M.
Disusun oleh:
M.Zaenal Abidin (63020-15-0019)
Nur Arista Amalia (63020-15-0090)
Nunung Robiatul Rifkah (63020-16-0019)
Yuli Atika Ningtyas (63020-16-0131)
JURUSAN EKONOMI
SYARIAH
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI SALATIGA
2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselesaikannya makalah yang
berjudul “Tangga Kesibukan dan Membangun Etos Kerja”. Makalah yang masih perlu
dikembangkan lebih jauh ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua
pihak yang membacanya.
Makalah ini dibuat
dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Kewirausahaan” pada prodi
Pendidikan Ekonomi Syariah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Salatiga.
Secara garis besar makalah ini membahas pengertian sistem ekonomi dan
macam-macam sistem ekonomi.
Ucapan terima kasih
kami sampaikan kepada Bapak Nur Budiarso, M.M. selaku dosen pengampu mata
kuliah Kewirausahaan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki
kekurangan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
konstruktif, terutama dari Dosen pembimbing dan teman-teman.
Salatiga, 10 November 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manusia adalah yang di
ciptakan sebagai mahluk sosial memang di anjurkan untuk saling tolong menolong
antar sesama. Namun dalam hal ini kita di anjurkan untuk menjadi pemberi bukan yang menerima
pemberian. Maka untuk mewujudkannya kita harus berusaha untuk dapat memenuhi
kebutuhan kita agar nantinya setelah kebutuhan itu terpenuhi maka kita akan
dapat memberi atau menolong orang yang membutuhkan. Yaitu dengan cara
berwirausaha. Dalam berwirausaha haruslah sebagai wirausahawan mempunya sifat
kesemangatan dalam membangun sebuah bisnisnya, maka dengan adanya jiwa semangat
seseorang akan mudah mendapatkan kesuksesan dalam bisnisnya.
Etos kerja merupakan
slah satu tindakan kreatif yang di lakukan oleh manusia dengan berani
menanggung resiko akan kegagalan, dalam membangun usaha dalam jenis apapun itu.
Dan dalam hal ini seorang wirausahawan dapat membuat lapangan usaha bagi
manusia lainnya. Hal itu baik dalam bidang produksi, distribusi, atau bahkan
bidang pertanian.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian Etos kerja?
2. Bagaimana cara membangun Etos kerja?
3. Bagaimana penerapan etos kerja berwirausaha?
4. Bagaimana tangga kesibukan dalam berwirausa?
1.3 Tujuan
pembahasan
1. Mengetahui apa itu pengertian Etos kerja.
2. Mengetahui cara membangun Etos kerja.
3. Mengetahui penerapan etos kerja berwirausaha.
4. Mengetahui tangga kesibukan dalam berwirausa.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ethos
Kerja
Etos berasal dari
bahasa yunani ethos yakni karakter, cara hidup, kebiasaan seseorang, motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka, yakni gambaran,
cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan.
Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap
diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya.
Secara terminologis
kata etos, mengalami perubahan makna yang meluas. Digunakan dalam tiga
pengertian berbeda yaitu
·
Suatu aturan umum atau
cara hidup.
·
Suatu tatanan aturan
perilaku.
·
Penyelidikan tentang
jalan hidup dan seperangkat aturan tingkah laku.
Sejarah membuktikan negara yang dewasa ini menjadi negara maju, dan terus
berpacu dengan teknologi/informasi tinggi pada dasarnya dimulai dengan suatu
etos kerja yang sangat kuat untuk berhasil. Maka tidak dapat diabaikan etos
kerja merupakan bagian yang patut menjadi perhatian dalam keberhasilan suatu
perusahaan, perusahaan besar dan terkenal telah membuktikan bahwa etos kerja
yang militan menjadi salah satu dampak keberhasilan perusahaannya. Etos kerja
seseorang erat kaitannya dengan kepribadian, perilaku, dan karakternya. Setiap
orang memiliki internal being yang merumuskan siapa dia. Selanjutnya internal
being menetapkan respon, atau reaksi terhadap tuntutan external. Respon
internal being terhadap tuntutan external dunia kerja menetapkan etos kerja
seseorang.
Etos kerja adalah sikap yang muncul
atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh sistem orientasi
nilai budaya terhadap kerja. Dapat dilihat dari pernyataan di muka bahwa etos kerja
mempunyai dasar dari nilai budaya, yang mana dari nilai budaya itulah yang membentuk etos kerja
masing-masing pribadi.
Etos kerja dapat diartikan sebagai konsep
tentang kerja atau paradigma kerja yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok
orang sebagai baik dan benar yang diwujud nyatakan melalui perilaku kerja
mereka secara khas. Etos kerja berhubungan dengan beberapa hal penting seperti:
a.
Orientasi ke masa
depan, yaitu segala sesuatu direncanakan dengan baik, baik waktu, kondisi untuk
ke depan agar lebih baik dari kemarin.
b.
Menghargai waktu dengan
adanya disiplin waktu merupakan hal yang sangat penting guna efesien dan
efektivitas bekerja.
c.
Tanggung jawab, yaitu
memberikan asumsi bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan sesuatu yang harus
dikerjakan dengan ketekunan dan kesungguhan.
d.
Hemat dan sederhana,
yaitu sesuatu yang berbeda dengan hidup boros, sehingga bagaimana pengeluaran
itu bermanfaat untuk kedepan.
e. Persaingan sehat, yaitu dengan memacu diri agar pekerjaan yang dilakukan
tidak mudah patah semangat dan menambah kreativitas diri.
Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan
dan kegiatan individu sebagai seorang pengusaha atau manajer. fungsi etos kerja
adalah:
a) pendorang timbulnya perbuatan
b) penggairah dalam aktivitas
c) penggerak, seperti; mesin bagi mobil, maka besar
kecilnya motivasi yang akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan.
2.2 Cara Menumbuhkan Etos Kerja :
1. Menumbuhkan sikap optimis :
1. Menumbuhkan sikap optimis :
Mengembangkan
semangat dalam diri
· Peliharalah
sikap optimis yang telah dipunyai
· Motivasi
diri untuk bekerja lebih maju
2.
Jadilah diri anda sendiri :
· Lepaskan
impian
· Raihlah
cita-cita yang anda harapkan
3.
Keberanian untuk memulai :
· Jangan
buang waktu dengan bermimpi
· Jangan
takut untuk gagal
· Merubah
kegagalan menjadi sukses
4.
Kerja dan waktu :
· Menghargai
waktu (tidak akan pernah ada ulangan waktu)
· Jangan
cepat merasa puas
5.
Kosentrasikan diri pada pekerjaan :
· Latihan
berkonsentrasi
· Perlunya
beristirahat
6.
Bekerja adalah sebuah panggilan Tuhan.
2.3 Aspek Kecerdasan untuk Meningkatkan Etos Kerja
1. Kesadaran : keadaan mengerti akan pekerjaanya.
2. Semangat : keinginan untuk bekerja.
3. Kemauan : apa yang diinginkan atau keinginan, kehendak
dalam bekerja.
4. Komitmen : perjanjian untuk melaksanakan pekerjaan
(janji dalam bekerja).
5. Inisiatif : usaha mula-mula, prakarsa dalam bekerja.
6. Produktif : banyak menghasilkan sesuatu bagi
perusahaan.
7. Peningkatan : proses, cara atau perbuatan meningkatkan
usaha, kegiatan dan sebagainya dalam bekerja.
8. Wawasan : konsepsi atau cara pandang tentang bekerja.
2.4 Etos kerja dikalangan wirausaha
A. Makna Bekerja Dalam Kehidupan Manusia :
1. Kebersamaan
atau memberi secara timbal balik
2. Mengandung fungsi social
3. Sumber
status atau jenjang dalam masyarakat
4. Bersifat pribadi
B. Tipe
orang yang berhasil mengejar sukses :
1. Mengenal
diri sendiri
2. Mempunyai
keahlian khusus atau vak tertentu
3. Kemauan
dan kesediaan untuk belajar terus dan bekerja keras
4. Memiliki
kekayaan berupa kekayaan mental, spiritual dan material
5. Mengetahui
hambatan yang ada dan hambatan yang mungkin
terjadi
6.
Memiliki
kepribadian unggul
2.5 Tangga
kesibukan wirausaha
A. Tangga kesibukan dalam berwirausaha dalam
menjalankannya meliputi:
1. Mengabdi
dan bekerja kepada orang lain untuk medapat imbalan
2. Menciptakan
kesibukan sendiri untuk memperoleh prestasi atau keuntungan
3. Bekerjasama
dan memperbanyak kesibukan untuk memperoleh keuntungan yanglebih besar
4. Menciptakan
kesibukan lapangan kerja bagi orang lain
5. Memberikan
sumbangan untuk memajukan lingkungannya.
B. Secara
garis besar tangga kesibukan/usaha meliputi :
1. Kerja pada orang lain atau badan lain
dalam arti mencari uang (nafkah).
2. Mencari kerja, bagi mereka yang sekalipun
sudah mampu mencari uang untuk sekedar nafkahnya masih memerlukan pekerjaan
lain sebagai hasil tambahan.
3. Berdiri di atas kaki sendiri (berdikari)
dalam arti menciptkan kesibukan sendiri dengan tidak
menggantungkan nafkah pada orang lain. Dalam halini memasauki tahap mencari untung dan bukan sekedar mencarinafkahnya
pada orang lain. Dalam hal ini orang memasuki tahap mencariuntung dan bukan
sekedar mencari nafkah.
4. Berdikari dalam
kerjasama atau kerjasama tetapi berdikari. Dalam hal iniorang mulai menyadari bahwa keuntungan akan lebih besar bilamana
diusahakan dengan suatu kerjasama. Sehubungan dengan hal ini orang tidak
lagi sekadar mencari untung , tetapi mencari kesibukan karena sadar semakin
sibuk semakin besar pula penghasilan. Itulah sebabnya orangbersedia sibuk 12
jam sehari.
5. Kesibukan yang semakin meningkat membawa
orang menjadi lebihmungkin untuk ikut berkontribusi dalam memajukan lingkunganJiwa
semangat wirausaha
C. Jiwa
semangat wirausaha
Jiwa
semangat berwirausaha meliputi berbagai aspek yang meliputi:
1. Pengambilan
inisiatif
2. Mengorganisasi dan mengorganisasi kembali
mekanisme sosial danekonomi untuk mengubahsumber daya dan siatuasi pada
perhitunganpraktis.
3. Penerimaan
terhadap resiko dan kegagalan.
4. Kewirausahaan meliputi proses yang dinamis
sehingga dengan demikiantimbul pengertian baru dalam kewirausahaan yakni sebuah
prosesmengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melaluiusaha
keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan danapendukung fisik, resiko sosial, dan akan menerima
reward yang berupakeuangan dan kepuasaan serta kemandirian persona.
D. Karakter Yang Tidak Boleh Dikembangkan Oleh Wirausahawan
1. Sangat pemberani dalam berwirausaha.
2. Sangat pemalu dalam berkomunikasi.
3. Gengsi jadi wirausahawan.
4. Tidak suka bergaul dalam berwirausaha.
Ciri-ciri orang yang
bekerja dengan etos kerja Islami nampak pada sikap dan prilaku dalam kehidupan
sehari-hari yang dilandasi oleh keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja
itu ibadah dan berprestasi itu indah. Berikut sikap dan Prilaku tersebut :
1. Menghargai waktu
2. Ikhlas
3. Jujur
4. Komitmen
5. Istiqomah
6. Disiplin
7. Percaya diri
8. Kreatif
9. Bertanggung jawab
10. Berjiwa wirausaha
BAB III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Manusia yang khodratnya mempunyai kebutuhan yang harus di penuhi dan juga
memiliki keinginan yang sangat tinggi maka seharusnya untuk mencapai hal
tersebut kita harus berwirausaha dan dalam berwirausaha hendaklah dari diri
kita perlu membangun kesemangatan dalam berwirausaha. Kita tidak boleh hanya
berdiam diri tanpa berbuat sesuatu. karena jika hanya berdiam diri saja tanpa
adanya usaha maka hal itu percuma.
Wirausaha merupakan slah satu tindakan kreatip yang di lakukan oleh
manusia dengan berani menanggung resiko akan kegagalan, dalam membangun usaha
dalam jenis apapun itu. Dan dalam hal ini seorang bisnisman dapat membuat
lapangan usaha bagi manusia lainnya.
Sejarah membuktikan negara yang
dewasa ini menjadi negara maju, dan terus berpacu dengan teknologi/informasi
tinggi pada dasarnya dimulai dengan suatu etos kerja yang sangat kuat untuk
berhasil. Maka tidak dapat diabaikan etos kerja merupakan bagian yang patut
menjadi perhatian dalam keberhasilan suatu perusahaan, perusahaan besar dan
terkenal telah membuktikan bahwa etos kerja yang militan menjadi salah satu
dampak keberhasilan perusahaannya. Etos kerja seseorang erat kaitannya dengan
kepribadian, perilaku, dan karakternya. Setiap orang memiliki internal being
yang merumuskan siapa dia. Selanjutnya internal being menetapkan respon, atau
reaksi terhadap tuntutan external. Respon internal being terhadap tuntutan
external dunia kerja menetapkan etos kerja seseorang.
3.2 Saran
Setelah melihat pembahasan di atas kami menyarankan kepada pembaca jika itu
mahasiswa ada baiknya kita terus berencana untuk memulai usaha dan jika mampu
mengapa tidak mulai dari sekarang kita memulainya. Agar nantinya kita tidak
lagi menjadi manusia yang mengharapkah rasa iba dari orang lain, atau menjadi
peminta – minta.
DAFTAR PUSTAKA
Kabila, Dirga. 2013. Membangun Jiwa Entreupreneur Sejati. Sleman :
Distributor Nasional
MS, Aulia. 2013 , Strategi Sukses Bisnis.
Klaten: Pustaka Wasilah.
Winardi.2014. Enterpreuner dan Enterpreunership.
Jakarta : Prerada Media
Tidak ada komentar:
Posting Komentar