Minggu, 03 Desember 2017

Makalah Kewirausahaan Tangga Kesibukan dan Membangun Etos Kerja

MAKALAH
TANGGA KESIBUKAN DAN MEMBANGUN ETOS KERJA
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan
Dosen pengampu : Nur Budiarso, M.M.



Disusun oleh:
M.Zaenal Abidin                     (63020-15-0019)
Nur Arista Amalia                   (63020-15-0090)
Nunung Robiatul Rifkah          (63020-16-0019)
Yuli Atika Ningtyas                 (63020-16-0131)

JURUSAN EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2017

KATA PENGANTAR



Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselesaikannya makalah yang berjudul “Tangga Kesibukan dan Membangun Etos Kerja”. Makalah yang masih perlu dikembangkan lebih jauh ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membacanya.
Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Kewirausahaan” pada prodi Pendidikan Ekonomi Syariah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Salatiga. Secara garis besar makalah ini membahas pengertian sistem ekonomi dan macam-macam sistem ekonomi.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Nur Budiarso, M.M. selaku dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif, terutama dari Dosen pembimbing dan teman-teman.







                                                                             Salatiga, 10 November 2017


                                                                                                                                            Penyusun








DAFTAR ISI

      KATA PENGANTAR.. 1













BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Manusia adalah yang di ciptakan sebagai mahluk sosial memang di anjurkan untuk saling tolong menolong antar sesama. Namun dalam hal ini kita di anjurkan untuk  menjadi pemberi bukan yang menerima pemberian. Maka untuk mewujudkannya kita harus berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan kita agar nantinya setelah kebutuhan itu terpenuhi maka kita akan dapat memberi atau menolong orang yang membutuhkan. Yaitu dengan cara berwirausaha. Dalam berwirausaha haruslah sebagai wirausahawan mempunya sifat kesemangatan dalam membangun sebuah bisnisnya, maka dengan adanya jiwa semangat seseorang akan mudah mendapatkan kesuksesan dalam bisnisnya.
Etos kerja merupakan slah satu tindakan kreatif yang di lakukan oleh manusia dengan berani menanggung resiko akan kegagalan, dalam membangun usaha dalam jenis apapun itu. Dan dalam hal ini seorang wirausahawan dapat membuat lapangan usaha bagi manusia lainnya. Hal itu baik dalam bidang produksi, distribusi, atau bahkan bidang pertanian.

1.2  Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian Etos kerja?
2.      Bagaimana cara membangun Etos kerja?
3.      Bagaimana penerapan etos kerja berwirausaha?
4.      Bagaimana tangga kesibukan dalam berwirausa?

1.3  Tujuan pembahasan

1.      Mengetahui apa itu pengertian Etos kerja.
2.      Mengetahui cara membangun Etos kerja.
3.      Mengetahui penerapan etos kerja berwirausaha.
4.      Mengetahui tangga kesibukan dalam berwirausa.






BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Ethos Kerja

Etos berasal dari bahasa yunani ethos yakni karakter, cara hidup, kebiasaan seseorang, motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka, yakni gambaran, cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan. Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya.
Secara terminologis kata etos, mengalami perubahan makna yang meluas. Digunakan dalam tiga pengertian berbeda yaitu
·         Suatu aturan umum atau cara hidup.
·         Suatu tatanan aturan perilaku.
·         Penyelidikan tentang jalan hidup dan seperangkat aturan tingkah laku.
Sejarah membuktikan negara yang dewasa ini menjadi negara maju, dan terus berpacu dengan teknologi/informasi tinggi pada dasarnya dimulai dengan suatu etos kerja yang sangat kuat untuk berhasil. Maka tidak dapat diabaikan etos kerja merupakan bagian yang patut menjadi perhatian dalam keberhasilan suatu perusahaan, perusahaan besar dan terkenal telah membuktikan bahwa etos kerja yang militan menjadi salah satu dampak keberhasilan perusahaannya. Etos kerja seseorang erat kaitannya dengan kepribadian, perilaku, dan karakternya. Setiap orang memiliki internal being yang merumuskan siapa dia. Selanjutnya internal being menetapkan respon, atau reaksi terhadap tuntutan external. Respon internal being terhadap tuntutan external dunia kerja menetapkan etos kerja seseorang.

Etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilai budaya terhadap kerja. Dapat dilihat dari pernyataan di muka bahwa etos kerja mempunyai dasar dari nilai budaya, yang mana dari nilai budaya itulah yang membentuk etos kerja masing-masing pribadi.

Etos kerja dapat diartikan sebagai konsep tentang kerja atau paradigma kerja yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang sebagai baik dan benar yang diwujud nyatakan melalui perilaku kerja mereka secara khas. Etos kerja berhubungan dengan beberapa hal penting seperti:
a.       Orientasi ke masa depan, yaitu segala sesuatu direncanakan dengan baik, baik waktu, kondisi untuk ke depan agar lebih baik dari kemarin.
b.      Menghargai waktu dengan adanya disiplin waktu merupakan hal yang sangat penting guna efesien dan efektivitas bekerja.
c.       Tanggung jawab, yaitu memberikan asumsi bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan sesuatu yang harus dikerjakan dengan ketekunan dan kesungguhan.
d.      Hemat dan sederhana, yaitu sesuatu yang berbeda dengan hidup boros, sehingga bagaimana pengeluaran itu bermanfaat untuk kedepan.
e.       Persaingan sehat, yaitu dengan memacu diri agar pekerjaan yang dilakukan tidak mudah patah semangat dan menambah kreativitas diri.
Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individu sebagai seorang pengusaha atau manajer. fungsi etos kerja adalah:
a)      pendorang timbulnya perbuatan
b)      penggairah dalam aktivitas
c)      penggerak, seperti; mesin bagi mobil, maka besar kecilnya motivasi yang akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan.

2.2  Cara Menumbuhkan Etos Kerja :
1. Menumbuhkan sikap optimis : 
          Mengembangkan semangat dalam diri
·              Peliharalah sikap optimis yang telah dipunyai
·                        Motivasi diri untuk bekerja lebih maju

2. Jadilah diri anda sendiri :
·                         Lepaskan impian
·                        Raihlah cita-cita yang anda harapkan

3. Keberanian untuk memulai :
·                        Jangan buang waktu dengan bermimpi
·                       Jangan takut untuk gagal
·                       Merubah kegagalan menjadi sukses

4. Kerja dan waktu :
·                       Menghargai waktu (tidak akan pernah ada ulangan waktu)
·                        Jangan cepat merasa puas

5. Kosentrasikan diri pada pekerjaan :
·                        Latihan berkonsentrasi
·                          Perlunya beristirahat

6. Bekerja adalah sebuah panggilan Tuhan.

2.3  Aspek Kecerdasan untuk Meningkatkan Etos Kerja

1.      Kesadaran : keadaan mengerti akan pekerjaanya.
2.      Semangat : keinginan untuk bekerja.
3.      Kemauan : apa yang diinginkan atau keinginan, kehendak dalam bekerja.
4.      Komitmen : perjanjian untuk melaksanakan pekerjaan (janji dalam bekerja).
5.      Inisiatif : usaha mula-mula, prakarsa dalam bekerja.
6.      Produktif : banyak menghasilkan sesuatu bagi perusahaan.
7.      Peningkatan : proses, cara atau perbuatan meningkatkan usaha, kegiatan dan sebagainya dalam bekerja.
8.      Wawasan : konsepsi atau cara pandang tentang bekerja.

2.4  Etos kerja dikalangan wirausaha

A.     Makna Bekerja Dalam Kehidupan Manusia :
1.      Kebersamaan atau memberi secara timbal balik
2.      Mengandung fungsi social
3.      Sumber status atau jenjang dalam masyarakat
4.      Bersifat pribadi
B.     Tipe orang yang berhasil mengejar sukses :
1.      Mengenal diri sendiri
2.      Mempunyai keahlian khusus atau vak tertentu
3.      Kemauan dan kesediaan untuk belajar terus dan bekerja keras
4.      Memiliki kekayaan berupa kekayaan mental, spiritual dan material
5.      Mengetahui hambatan yang ada dan hambatan yang mungkin terjadi
6.      Memiliki kepribadian unggul

2.5 Tangga kesibukan wirausaha

A.    Tangga kesibukan dalam berwirausaha dalam menjalankannya meliputi:
1.      Mengabdi dan bekerja kepada orang lain untuk medapat imbalan
2.      Menciptakan kesibukan sendiri untuk memperoleh prestasi atau keuntungan
3.      Bekerjasama dan memperbanyak kesibukan untuk memperoleh keuntungan yanglebih besar
4.      Menciptakan kesibukan lapangan kerja bagi orang lain
5.      Memberikan sumbangan untuk memajukan lingkungannya.
B.     Secara garis besar tangga kesibukan/usaha meliputi :
1.      Kerja pada orang lain atau badan lain dalam arti mencari uang (nafkah).
2.      Mencari kerja, bagi mereka yang sekalipun sudah mampu mencari uang untuk sekedar nafkahnya masih memerlukan pekerjaan lain sebagai hasil tambahan.
3.      Berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) dalam arti menciptkan kesibukan sendiri dengan tidak menggantungkan nafkah pada orang lain. Dalam halini memasauki tahap mencari untung dan bukan sekedar mencarinafkahnya pada orang lain. Dalam hal ini orang memasuki tahap mencariuntung dan bukan sekedar mencari nafkah.
4.      Berdikari dalam kerjasama atau kerjasama tetapi berdikari. Dalam hal iniorang mulai menyadari bahwa keuntungan akan lebih besar bilamana diusahakan dengan suatu kerjasama. Sehubungan dengan hal ini orang tidak lagi sekadar mencari untung , tetapi mencari kesibukan karena sadar semakin sibuk semakin besar pula penghasilan. Itulah sebabnya orangbersedia sibuk 12 jam sehari.
5.      Kesibukan yang semakin meningkat membawa orang menjadi lebihmungkin untuk ikut berkontribusi dalam memajukan lingkunganJiwa semangat wirausaha
C.     Jiwa semangat wirausaha
Jiwa semangat berwirausaha meliputi berbagai aspek yang meliputi:
1.      Pengambilan inisiatif 
2.      Mengorganisasi dan mengorganisasi kembali mekanisme sosial danekonomi untuk mengubahsumber daya dan siatuasi pada perhitunganpraktis.
3.      Penerimaan terhadap resiko dan kegagalan. 
4.      Kewirausahaan meliputi proses yang dinamis sehingga dengan demikiantimbul pengertian baru dalam kewirausahaan yakni sebuah prosesmengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melaluiusaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan danapendukung fisik, resiko sosial, dan akan menerima reward yang berupakeuangan dan kepuasaan serta kemandirian persona.
D.    Karakter Yang Tidak Boleh Dikembangkan Oleh Wirausahawan
1.      Sangat pemberani dalam berwirausaha.
2.      Sangat pemalu dalam berkomunikasi.
3.      Gengsi jadi wirausahawan.
4.      Tidak suka bergaul dalam berwirausaha.
Ciri-ciri orang yang bekerja dengan etos kerja Islami nampak pada sikap dan prilaku dalam kehidupan sehari-hari yang dilandasi oleh keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu ibadah dan berprestasi itu indah. Berikut sikap dan Prilaku tersebut :
1.      Menghargai waktu
2.      Ikhlas
3.      Jujur
4.      Komitmen
5.      Istiqomah
6.      Disiplin
7.      Percaya diri
8.      Kreatif
9.      Bertanggung jawab
10.  Berjiwa wirausaha













BAB III

PENUTUPAN

3.1  Kesimpulan

Manusia yang khodratnya mempunyai kebutuhan yang harus di penuhi dan juga memiliki keinginan yang sangat tinggi maka seharusnya untuk mencapai hal tersebut kita harus berwirausaha dan dalam berwirausaha hendaklah dari diri kita perlu membangun kesemangatan dalam berwirausaha. Kita tidak boleh hanya berdiam diri tanpa berbuat sesuatu. karena jika hanya berdiam diri saja tanpa adanya usaha maka hal itu percuma.
Wirausaha merupakan slah satu tindakan kreatip yang di lakukan oleh manusia dengan berani menanggung resiko akan kegagalan, dalam membangun usaha dalam jenis apapun itu. Dan dalam hal ini seorang bisnisman dapat membuat lapangan usaha bagi manusia lainnya.
      Sejarah membuktikan negara yang dewasa ini menjadi negara maju, dan terus berpacu dengan teknologi/informasi tinggi pada dasarnya dimulai dengan suatu etos kerja yang sangat kuat untuk berhasil. Maka tidak dapat diabaikan etos kerja merupakan bagian yang patut menjadi perhatian dalam keberhasilan suatu perusahaan, perusahaan besar dan terkenal telah membuktikan bahwa etos kerja yang militan menjadi salah satu dampak keberhasilan perusahaannya. Etos kerja seseorang erat kaitannya dengan kepribadian, perilaku, dan karakternya. Setiap orang memiliki internal being yang merumuskan siapa dia. Selanjutnya internal being menetapkan respon, atau reaksi terhadap tuntutan external. Respon internal being terhadap tuntutan external dunia kerja menetapkan etos kerja seseorang.

3.2  Saran

Setelah melihat pembahasan di atas kami menyarankan kepada pembaca jika itu mahasiswa ada baiknya kita terus berencana untuk memulai usaha dan jika mampu mengapa tidak mulai dari sekarang kita memulainya. Agar nantinya kita tidak lagi menjadi manusia yang mengharapkah rasa iba dari orang lain, atau menjadi peminta – minta.






DAFTAR PUSTAKA

Kabila, Dirga. 2013. Membangun  Jiwa Entreupreneur Sejati. Sleman : Distributor Nasional
MS, Aulia. 2013 , Strategi Sukses Bisnis. Klaten: Pustaka Wasilah.

Winardi.2014. Enterpreuner dan Enterpreunership. Jakarta : Prerada Media

Tidak ada komentar:

Posting Komentar